Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pada bulan Juni-Oktober nanti, PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo dan PPSW Sumatera akan secara intensif melakukan kegiatan pembentukan Serikat Perempuan Basis di wilayah masing-masing.
Dimulai dari Workshop Perumusan Organisasi Kolektif bagi para Kader Lokal untuk pengenalan dan penyadaran akan sumberdaya yang begitu besar dan berpotensial di dalam diri masing-masig anggota kelompok teurtama kader kelompok; Mengapa kelompok perempuan dampingan PPSW perlu mentransformasi dirinya menjadi sebuah kekuatan utuh dan beridentitas yang disebut dengan Serikat?; Serta Pembahasan Draft AD/ART; Pembagian Tugas dan tanggung jawab proses pembentukan serikat, peran kader, peran pendamping, dll; serta Komitmen dan kesepakatan bersama.
Sebagai sebuah organisasi, Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) telah berevolusi, berubah seiring perkembangan kondisi yang ada.Saat ini PPSW telah menjadi sebuah organisasi asosiasi dengan empat lembaga otonom yaitu PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo, dan PPSW Sumatra.Sekretariat PPSW menjadi simpul yang mengkoordinir perkembangan lintas organisasi otonom agar tetap menjadi satu kesatuan gerakan asosiasi yang kuat dan efektif.
Di tingkat Asosiasi PPSW telah terjadi perubahan sistem organisasi, namun tidak demikian hal nya dengan di tingkat kelompok dampingannya.Ratusan kelompok yang ada masih berupa kelompok-kelompok swadayaorganik, yang fokus utamanya adalah pada pengembangan kredit mikro baik melalui Lembaga Keuangan Mikro (LKM) maupun Koperasi.
Ratusan kelompok perempuan basis yang telah terorganisir dan terlatih dengan baik ini, belum secara efektif terhimpun kekuatannya menjadi kelompok sosialyang diperhitungkan dalam sistem sosial kemasyarakatannya.Forum-forum bersama memang telah pernah dirintis oleh PPSW baik di tingkat provinsi maupun nasional.Akan tetapi forum-forum ini masih bersifat ad-hoc, sehingga belum dapat dijadikan kekuatan kolektif dalam sistem sosial politik kita.
Sekretariat PPSW (Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita) pada tanggal 10-11 Maret 2010 di Hotel Sahira Bogor, telah mengadakan Strategic Planning (SP). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh staf Sekretariat yang berjumlah 8 orang, plus 1 orang Ketua Badan Pengurus dan 2 orang Wali Amanah.
Secara umum SP tersebut bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas tim sekretariat dalam mendukung perkembangan Asosiasi PPSW, karena Sekretariat merupakan tim pendukung bagi lembaga-lembaga anggota Asosiasi yang terdiri dari PPSW Jakarta, PPSW Pasoendan, PPSW Borneo, PPSW Sumatra dan Yayasan Raudhatun-Nisa.
Undangan untuk Memasukkan Pernyataan Berminat Mengikuti Seleksi Konsultan untuk Kegiatan Audit Keuangan PPSW
“Education for very Poor Children”
JASA KONSULTAN TF 055900-IND
1. PPSW (Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita) adalah salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) bekerja untuk perempuan akar rumput di Indonesia. PPSW menerima dana dari Japan Social Development Fund (JSDF), untuk membiayai Program“Education for very Poor Children” yang berlokasi di wilayah kelompok Pekka dan bermaksud menggunakan sebagian dari dana ini untuk membiayai Paket Jasa Konsultan audit keuangan tahunan dengan metode CQS (Company Qualification Selection).