Diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sebagai Media Komunikasi Perempuan Basis

No. 005 Tahun III, Agustus 2007
ISI
Halaman Utama
Greget Utama
Kesehatan Reproduksi
LKM dan Koperasi
Pendidikan Politik
Urun Rembug
PUK-Produk Kita
Buruh Migran-Trafficking

Profil Kader Lokal

Resep Praktis
Tips-Kamus Kita

Sastra Dari Akar Rumput

Jaringan Kerja-Seputar Kita
 

 

NGO LINK
PEKKA
ASPPUK
FORMASI
SEAPCP
 

Tanggal:

Jam:

 

URUN REMUG


Musim Sekolah

Tahun ajaran 2006-2007 baru saja lewat dan langsung disambut oleh tahun ajaran baru 2007- 2008, yang berarti “Musim Sekolah” telah tiba. Hari Senin, tanggal 16 Juli 2007 merupakan hari pertama kesekolah setelah libur semester genap pada awal bulan Juli. Tidak hanya murid-murid sekolah yang sibuk datang memenuhi halaman sekolah, tetapi sebagian orang tua murid TK dan SD juga merelakan waktunya untuk datang ke sekolah, mengantarkan anak-anaknya di hari pertama. Jalan Kalimalang menuju kantor PPSW, macet karena banyak kendaraan roda empat yang parkir dikiri dan kanan jalan. Siswa baru SMP dan SMA disambut dengan kegiatan MOS (masa orientasi siswa) yang merupakan ajang untuk berkenalan dengan lingkungan sekolah. Sementara siswa SMP dan SMA yang naik kelas, harus melakukan “daftar ulang” pada beberapa hari sebelum hari pertama masuk sekolah.

Musim sekolah tidak hanya membawa kegembiraan bagi anak-anak yang akan mencari ilmu tetapi juga membawa kesedihan bagi anak-anak yang “tidak mampu membayar” uang masuk, biaya daftar ulang dan biaya-biaya lainnya yang dikenakan kepada siswa. BOS (biaya operasional sekolah) hanya membebaskan biaya SPP tetapi tidak membebaskan biaya-biaya pendidikan yang lainnya. Kegiatan “daftar ulang” bagi siswa SMP dan SMA juga harus dipertanyakan manfaatnya untuk apa? Apalagi disertai biaya-biaya yang cukup mahal? Untuk mensukseskan program pendidikan dasar 9 tahun, yang antara lain juga menjadi tujuan  MDGs ke 2 “Mencapai pendidikan dasar untuk semua”, sudah seharusnya pemerintah dapat membebaskan semua biaya pendidikan dasar tersebut. Masyarakat menunggu kebijakan pemerintah untuk membebaskan semua biaya pendidikan dasar , tidak hanya membebaskan biaya SPP saja, yang merupakan sebagian kecil dari semua biaya pendidikan yang harus dibayar siswa. Masyarakat menunggu realisasi UUD ’45 yang mengamanatkan 20% APBN untuk anggaran pendidikan.

*Oleh Endang Sulfiana, Direktur Sekratariat Perkumpulan PPSW

**
Rubrik URUN REMBUG disediakan untuk mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi pembaca atau sumbangan pemikiran atau ide-ide kreatif yang membangun kesadaran kritis untuk pemberdayaan perempuan, transformasi sosial , kesetaraan, keadilan gender dan good governance.

 

 



 
 
 

copyright 2007 ppsw.or.id