Diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Sebagai Media Komunikasi Perempuan Basis

No. 005 Tahun III, Agustus 2007
ISI
Halaman Utama
Greget Utama
Kesehatan Reproduksi
LKM dan Koperasi
Pendidikan Politik
Urun Rembug
PUK-Produk Kita
Buruh Migran-Trafficking

Profil Kader Lokal

Resep Praktis
Tips-Kamus Kita

Sastra Dari Akar Rumput

Jaringan Kerja-Seputar Kita
 

 

NGO LINK
PEKKA
ASPPUK
FORMASI
SEAPCP
 

Tanggal:

Jam:

 

PROFIL KADER LOKAL


Suyatmi,
Kegigihan Seorang Kader Lokal Perempuan

Oleh: M. Suhud


"Ketika melakukan pembentukan kelompok di sekitar wilayah Ciracas, Jakarta Timur saya selalu menekankan kepada calon anggota, bahwa motivasi kita bergabung menjadi anggota kelompok bukan karena sekedar ingin meminjam atau ingin suatu saat bisa di ajak ke hotel untuk mengikuti pelatihan-pelatihan oleh PPSW. Tapi harus dengan kesadaran ingin mengembangkan diri, mencari pengalaman dan alhamdulillah kalau bisa membantu masyarakat di sekitarnya

gambar1Demikian cerita Bu Mamik, sapaan akrab Suyatmi seorang kader lokal yang telah membentuk 8 kelompok koperasi di wilayah Cicaras, Jakarta Timur. Menurutnya, pesan itu perlu disampaikan sejak awal agar masyarakat yang ingin menjadi anggota kelompok benar-benar atas kesadaran sendiri, sehingga nantinya tidak mudah keluar masuk sebagai anggota.

Suyatmi adalah seorang kader lokal yang telah mengikuti pelatihan Pengorganisasian Masyarakat angkatan pertama atau first liner yang diselenggarakan PPSW, serta telah mengikuti berbagai kegiatan, baik yang diselenggarakan oleh PPSW, ASPPUK (Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil) maupun lembaga-lembaga lainnya.

Sebagai seorang kader lokal, Suyatmi mempunyai tanggungjawab untuk menyampaikan apa yang telah ia dapatkan dari kegiatan yang telah diikuti kepada anggota kelompok lain atau masyarakat sekitarnya. Keberhasilannya membentuk 8 kelompok merupakan kepeduliannya terhadap keadaan masyarakat sekitarnya, yang  kondisi ekonomi, pendidikan dan sosialnya masih memprihatinkan.

”Dulu masyarakat di sekitar saya umumnya masih sangat miskin, mereka banyak yang terjerat rentenir atau bank keliling karena meminjam uang untuk modal usaha seperti bakso, bubur ayam atau sembako. Pada saat seperti itu datang pandamping lapang dari PPSW, mengajak kami mengadakan kegiatan membuat kue dan keripik singkong. Karena melihat kondisi masyarakat yang banyak terjerat rentenir, kemudian saya mengusulkan diadakan kegiatan simpan pinjam, kegiatan tersebut merupakan cikal bakal kelompok kami, yang selanjutnya kami berinama Flamboyan dan saya ditunjuk sebagai ketuanya”

Suyatmi sudah sejak tahun 1994 aktif ”mengurusi” kelompok Flamboyan yang kini telah menjadi sebuah Koperasi Primer dan telah berbadan hukum. Kedelapan kelompok yang dibentuk bersama pengurus lainnya menjadi unit-unit dari koperasi Flamboyan yang beralamat di Jl. Mustika Ratu, Ciracas, Jakarta Timur ini. Jumlah keseluruhan dari anggota koperasi lebih dari 400 orang, dengan total simpanan Rp 475,160,200 dan pinjaman anggota sebesar Rp 576,446,100. Setelah regenerisai kepengurusan, kini jabatan Suyatmi di koperasi tersebut sebagai Badan Pengawas.

Koperasi Flamboyan merupakan salah satu kelompok yang sering dikunjungi oleh tamu PPSW maupun lembaga lain, baik tamu lokal maupun luar negeri, bahkan pernah dikunjungi tamu dari sebelas negara asia dan pasifik. Umumnya tamu-tamu tersebut datang ingin studi banding atau mendengarkan cerita dari pengurus tentang keberhasilan pengelolaan koperasi untuk kesejahteraan anggotanya.

Berkat kerja keras Suyatmi dan pengurus lainnya, koperasi Flamboyan telah sering mengikuti perlombaan koperasi, dan seringkali ditunjuk untuk mewakili kelurahan maupun kecamatan Ciracas dalam berbagai even kegiatan koperasi, bahkan telah berhasil meraih penghargaan sebagai Koperasi Perempuan Berprestasi Tingkat Nasional yang plakatnya langsung di Serahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari koperasi tahun 2006 di Pekalongan, Jawa Tengah, serta pernah juga meraih Juara I Koperasi Perempuan se Jakarta Timur.

Keberhasilannya memimpin koperasi Flamboyan membuat Suyatmi seringkali dilibatkan sebagai kader masyarakat di tingkat kecamatan atau kelurahan, seperti kader Posyandu, kader Jumantik (untuk pemberantasan jentik nyamuk) dan kader PKK.

”Masyarakat dulunya memandang sebelah mata dengan kegiatan yang kami lakukan, tapi karena kegiatan itu terbukti ada hasilnya dan baik untuk masyarakat sehingga banyak yang mendukung, bahkan saya selalu dilibatkan dalam kegiatan-kegaitan masyarakat di luar kelompok, seperti Pos Yandu,PKK, Jumantik, rapat-rapat di  kelurahan dan sebagainya”

Dalam kegiatan forum kelompok Suyatmi seringkali diajak oleh pengurus kelompok dari wilayah lain di Jabodetabek untuk menjadi fasilitator berbagai pelatihan, seperti motivasi berkelompok, pelatihan administrasi dan pembukuan kelompok, dll.

”Masyarakat di sekitar koperasi Flamboyan dan unit-unitnya memang sudah merasakan manfaat dari kegiatan yang selama ini kami lakukan, baik dari segi pemberdayaan perempuan maupun peningkatan ekonomi keluarga. Namun itu belum apa-apa dibandingkan dengan masih banyaknya masyarakat miskin maupun kondisi perempuan yang tertinggal dan belum setera dengan laki-laki. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari kader lokal, tokoh masyarakat dan pemerintah agar lebih banyak lagi perempuan mendapat kesempatan untuk meningkatkan taraf hidupnya....” Demikian Suyatmi menutup obrolannya.

------
*M. Suhud, adalah Staf Audio Visual, Dokumentasi dan Publikasi PPSW
** Profil Suyatmi ini telah dibuat dalam bentuk video yang dapat digunakan sebagai media pengorganisasian masyarakat


 
 

copyright 2007 ppsw.or.id