|
MENOPAUSE
"Dinikmati Tak Perlu Ditakuti"
Menjadi tua merupakan hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Ketika muncul tanda-tanda penuaan seperti munculnya keriput-keriput halus dan warna rambut yang mulai memutih, maka sebagian orang, terutama wanita berusaha keras untuk menutupi tanda tanda penuaan dengan make up, operasi plastik, dan mengecat rambut mereka. Segala upaya dilakukan agar proses penuaan dapat “ditunda”, sehingga penampilan dapat terlihat 5-10 tahun lebih muda.
Stereotipe tentang orang tua di televisi juga membuat orang takut menjadi tua. Gambaran tentang orang tua yang terkena osteoporosis, penglihatan yang mulai kabur, daya ingat yang mulai pikun, sakit pada persendian, serta terkena stroke membuat kebanyakan orang takut menjadi tua. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kita dapat menjalani hari tua kita dengan bahagia bersama anak dan cucu dengan tubuh yang sehat.
Sejauh ini, penyesuaian fisik yang paling berat yang harus dialami oleh orang yang beranjak tua adalah adanya perubahan-perubahan pada kemampuan seksual mereka. Pada wanita, mereka akan memasuki masa menopause. Menopause atau berhentinya periode menstruasi pada wanita adalah salah satu tanda penuaan, umumnya terjadi pada usia antara 50-51 tahun. Namun sebelum menstruasi benar-benar berhenti, proses tersebut didahului dengan ketidakteraturan siklus menstruasi.
Menopause terjadi karena berhentinya produksi hormon estrogen yang dihasilkan oleh indung telur. Akibatnya, tidak ada lagi sel telur yang mengalami pematangan atau penebalan lapisan dinding rahim, yang keduanya merupakan komponen utama menstruasi.
Bayi perempuan yang lahir mempunyai 1-2 juta sel telur. Setelah masa puber jumlah sel telur ini akan berkurang sangat drastis hingga 300.000. Setiap bulannya dari 1.000 sel telur akan ada satu sel telur yang matang dan siap dibuahi, sisanya akan mati. Jika tidak ada pembuahan, maka sel telur ini akan keluar sebagai darah menstruasi.
Wanita mendapatkan siklus menstruasi sebayak 300-400 kali sepanjang usia produktifnya. Jadi pada saat menopause hanya tinggal beberapa ribu sel telur yang tersisa.
Ketika produksi estrogen terhenti ternyata tidak hanya berdampak pada berhentinya menstruasi melainkan juga menimbulkan efek-efek lain sebagai berikut :
- Hot flushes : rasa hangat yang bergerak dari dada menuju ke bahu, leher dan kepala, akibat terjadinya pelebaran pembuluh darah. Kejadian ini juga diikuti dengan meningkatnya produksi keringat. Hot flushes ini dapat berlangsung beberapa menit, beberapa jam atau hanya sesekali saja.
- Gangguan tidur di malam hari (insomnia) : bisa berkaitan dengan hot flushes (yang membuat tidur menjadi tidak nyaman) atau karena sebab lain.
- Perubahan penampilan : lemak yang sebelumnya tersimpan di pinggul dan paha mungkin akan pindah ke ats pinggang dan perut. Anda mungkin juga merasakan payudara kencang, rambut mulai menipis dan kulit mulai berkerut.
- Perubahan emosional : menjadi lebih mudah tersinggung dan lebih rentan terhadap gangguan emosional.
- Perubahan di vagina : jaringan yang melapisi vagina menjadi lebih kering, lebih tipis dan kurang elastis.
- Akibatnya muncul rasa gatal, panas, nyeri ketika melakukan hubungan seks dan lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih atau vagina.
- Osteoporosis (tulang keropos) : selama beberapa tahunpertama setelah menopause, wanita akan kehilangan kalsium dari tulang secara lebih cepat, sehingga meningkatkan resiko osteoporosis. Akibatnya resiko patah tulang menjadi lebih besar, khususnya di pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.
- Stroke : estrogen juga berperan dalam mengontrol kadar kolesterol. Ketika produksinya berkurang dan akhirnya terhenti, maka kadar kolesterol LDL juga akan meningkat. Jika tidak ditangani dengan cermat memang dapat beresiko menjadi stroke.
- Nyeri sendi : nyeri di persendian sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali dengan hormon estrogen. Hanya saja kebetulan ketika datang menopause, “speedometer” di tubuh kita menunjukkan kilometer yang sudah mencapai ratusan ribu, sehingga tulang rawan di persendian juga mulai aus akibat gesekan yang terjadi setiap hari karena kita bergerak kesana kemari sejak batita.
- Pikun (alzheimer) : sebenarnya alzheimer tidak berkaitan dengan estrogen, karena dapat terjadi pada pria dan wanita, khususnya yang berusia 65 tahun. Kecenderungan akan meningkat pada usia lebih dari 85 tahun. Pada penderita alzheimer, sel-sel saraf yang bertugas membawa pesan di otak, khususnya di daerah yang menyimpan dan mencari memori, mengalami kerusakan dan mati, sehingga sel-sel yang tersisa menjadi kusut dan menggumpal. Hal ini terjadi karena
- berkurangnya kadar asetikolin (pembawa pesan kimia sel-sel otak).
Sumber: Gema Pria-PKBI Online
|